|
Exam yg bakal tiba (bahkan bakal sering bertamu dlm hidup UCDians walau hadirnya tidak pernah diundang), result yg dah keluar(?), konflik2 intrinsik dan ekstrinsik, emosi yang suka benar mengikut alunan ombak... Ya, betapa sukar untuk mengawal emosi jika kita sendiri tiada motivasi diri... i.e. ilmu, iman yg utuh dan amal yg berterusan. ah, indahnya kalau benar aku miliki semua itu! Iman yang hanya senipis kulit bawang, dalam sekerdipan mata bisa ia tercarik... koyak! Wa li ya na'uzubiLLah... [huhu.. ape yg aku dah repekkan neh?] abaikan... Well, ni kerja aku masa tension... Bila sedih hati tak mampu aku kongsikan dgn sesiapa.... melainkan DIA... irham-ni ya Rahman! ==================== Dia yang tersenyum Bagai sang pelangi Sekerdip renyai hujan reda Mengiring suria memancar sinar Mengarak pulang mendung petang Ibtisam... Bukanlah ia seorang penglipur penutur cereka hikayat silam Hanyalah ia sang pengukir bunga ria pada wajah-wajah lara Alangkah! Tatkala ribut datang bertandang Layar rabak dirempuh badai Kemudi pecah dilambung ombak Tidak kecamuk ia Terus mengemudi hingga ke destinasi pasti Sambil bibir menguntum senyum Mengatur kalam keramat "La Hawla Wala Quwwata Illa Billah" Tidak sesaat ia berduka Meski hati ditusuk pedih dek bilah belati derita Lidah lazim basah dialun zikruLLah Tenggelam dalam asyik Merisik redha Ilah Aku merenung sendiri Senyuman sabarnya saksi teguh tugu iman Memandu hati yang bungkam mencipta santun laku Dia yang tersenyum... Mengundang terbit si mentari di wajah kelam Memahat pergi segala daki Bersama senyumku yang terukir -Nour Elfaqiha- Dublin, 04.02.06 02:03 am |
| Leave a Comment: |